Cara Membetulkan Harddisk Yang Tiba-Tiba Menjadi RAW Dari NTFS

Langkah ini di coba dengan menggunakan Harddisk External saya, bisa dicoba pada harddisk yang terpasang di Laptop atau komputer anda.

Mengubah RAW menjadi NTFS atau melakukan format Harddisk RAW tidak begitu sulit. HDD RAW bisa terjadi karena banyak hal, dan hal ini dapat membuat anda panik terutama ada data penting didalamnya.

Kemarin ini baru aja terjadi bencana ke harddisk kami, data sebesar 2TB hampir saja hilang, begitu komputer dinyalakan harddisk tidak dapat diakses. Harddisk tampil di my computer tetapi tidak dapat dibuka dan jika di klik kanan terus properties terlihat data 0 byte atau kosong.

Tapi jangan khawatir, harddisk anda masih dapat diselamatkan, RAW tidak selalu menandakan kerusakan yang sangat parah di harddisk anda. Format RAW harddisk menjadi NTFS merupakan salah satu cara termudah untuk memperbaikinya.

Jika kalian memiliki data-data penting di harddisk tersebut, jangan kalian format harddisk RAW tersebut. Download dan instal Easeus Data Recovery untuk mengcopy data-data penting ke harddisk lain dan simpan dengan baik.

Setelah otak-atik disana-sini akhirnya ditemukan cara mengatasi masalahnya, begitu kami cek di Computer Management ternyata partisi harddisk kami berubah dari NTFS menjadi RAW. Berikut yang kami lakukan untuk membetulkan permasalahan ini:

  1. Jangan format harddisk tersebut
  2. Buka “Computer Management” (bisa dengan klik kanan icon my computer > manage)
  3. Pilih bagian Storage > Disk Management
  4. Pilih haddisk yang error. Di tempat saya “File System” yang seharusnya NTFS menjadi RAW
  5. (Tidak Harus) Untuk memudahkan ubah “drive letter and path” dengan cara klik kanan dibagian partisi harddisk kemudian pilih Change Drive Letter and Path… ( saya ubah harddisk yang rusak ke H)
  6. Sekarang kembali ke desktop, dan buka CMD; bisa dengan pencet (win+r) kemudian ketik cmd
  7. Pada Command ketik “chkdsk H: /f” tanpa tanda petik
  8. Tunggu sampai selesai, dan jika tidak ada kerusakan parah harddisk tersebut bisa digunakan lagi, lengkap dengan data-data sebelumnya.

Tidak bisa format harddisk raw? chkdsk mengeluarkan pesan bahwa tidak dapat malakukan aksi kepada tipe harddisk RAW? Jika hal tersebut terjadi coba dengan cara ini:

  1. Jalankan cmd dengan klik kanan dan run as administrator
  2. Pada Command ketik “chkdsk H: /r” tanpa tanda petik
  3. tunggu sampai proses selesai.

Bagi yang mengalami hal yang sama bisa dicoba cara diatas, semoga berhasil, dan semoga dapat membantu. Setelah melakukan perbaikan sebaiknya simpan data penting di harddisk lain, kemudian lakukan full format, bukan quick format terhadap harddisk yang bermasalah tadi.

sumber
Iklan

Revolusi WWW, SEJARAH Internet

Revolusi WWW
Ilustrasi World Wide Web. Getty Images/iStock

Di awal dekade 1960-an, dunia belum mengenal internet—paling tidak dalam artian empiris. Di masa itu, internet baru sebatas konsep.

Konsep internet diperkenalkan ilmuwan Massachusetts Institute of Technology (MIT) J.C.R Licklider dalam gagasannya berjudul “Intergalactic Network.” Selain Lickelider, gagasan soal internet juga diprakarsai mahasiswa doktoral MIT bernama Leonard Kleinrock melalui tulisannya tentang teori packed-switching. Suatu terori yang memungkinkan file digital dipermak ke dalam bentuk paket-paket kecil dan ditransmisikan pada komputer tujuan.

Gagasan Kleinrock kemudian dipertajam Paul Baran, ilmuwan dari RAND Corporation, lembaga think-tank di bawah komando Douglas Aircraft Company. Pada 1962, ia menulis makalah ilmiah berjudul “On Distributed Communication Network.”

Dan jika menarik lorong waktu lebih jauh, sesungguhnya, dalam bahasa lain, gagasan internet tidak hanya mencuat di dekade 1960-an. Nikola Tesla, sosok jenius yang melahirkan arus listrik alternating current (AC)—yang kini menjadi standar perlistrikan dunia dibandingkan direct current (DC) ciptaan Edison—mencetuskan ide “world wireless system” pada dasawarsa 1900-an. Suatu gagasan tentang dunia tanpa kabel yang termasuk di dalamnya teknologi listrik dan komunikasi nirkabel.

Gagasan-gagasan itu lah yang kemudian direalisasikan oleh sebuah program di bawah komando Departemen Pertahanan Amerika Serikat bernama Defence Advanced Research Project Agency (DARPA). Program ini sesungguhnya lahir lebih dahulu dibandingkan kemunculan gagasan-gagasan soal internet di awal dekade 1960-an itu. DARPA dibangun pada 1958. Ia diciptakan AS guna mengantisipasi kejutan yang dihadirkan Uni Sovyet melalui program Sputnik-nya.

DARPA kemudian mendanai pengembangan teknologi packed-switching—cikal bakal internet. Tak tanggung-tanggung, 60 persen riset komputer yang dilakukan di dekade tersebut didanai DARPA. Penelitian soal internet bertujuan untuk menciptakan teknologi komunikasi antara pusat komando militer dengan pos terpencil, maupun dengan lokasi instalasi militer lainnya. Ini berguna untuk mengantisipasi serangan tiba-tiba, terutama dari Uni Sovyet, ancaman terbesar AS kala itu.

“Masalahnya adalah kita tidak memiliki sistem komunikasi mumpuni, dan (jika) misil Sovyet mengarah pada misil AS itu akan membuat hancur seluruh sistem komunikasi berbasis telepon. Pada waktu itu Strategic Air Command hanya memiliki dua opsi jenis komunikasi. Satu adalah sistem telepon AS, dan pada lapisan atasnya, ialah radio berfrekuensi tinggi atau rendah,” ucap Paul Baran pada Vanity Fair.

Internet lahir mula-mula hanya digunakan untuk kepentingan militer maupun penelitian. Belum ada Google, Facebook, Twitter, atau Tirto.id. Di zaman itu, masyarakat belum menyadari manfaat dan arti penting internet bagi kehidupan sehari-hari.

“Web sebenarnya hadir bersamaan dengan tiga teknologi, sebut saja: hypertext, komputer pribadi, dan jaringan (internet). Ya, jaringan telah kita miliki, dan komputer pribadi ada di luar sana, tapi masyarakat belumlah menggunakan itu, karena mereka tidak tahu apa gunanya komputer (apalagi internet), kecuali mungkin untuk bermain beberapa gim,” ucap Robert Cailliu, salah satu penggagas world wide web.

Cailliu, ilmuwan asal Belgia, bersama-sama dengan Sir Timothy John Berners-Lee lah yang kemudian mentransformasikan internet menjadi sesuatu yang membumi. Orang banyak bisa mengaksesnya.

Kelahiran WWW

Berners-Lee adalah ilmuwan komputer kelahiran London, Inggris. Selepas menyelesaikan pendidikan di Oxford University, Berners-Lee bekerja sebagai teknisi perangkat lunak di CERN, labolatorium fisika di Geneva, Swiss. Sebagai salah satu institusi riset terbesar di dunia, CERN mempekerjakan ribuan ilmuwan dari berbagai negara dan melahirkan berbagai informasi atau karya ilmiah. Sayangnya, saat Berners-Lee bekerja di CERN, ia mendapat kesulitan untuk berbagi maupun mencari informasi yang dihasilkan lembaganya.

“Di saat itu, terdapat informasi berbeda dalam komputer berlainan, tapi kamu harus masuk ke komputer yang berbeda untuk memperoleh informasi itu semua. Juga, terkadang kamu harus belajar program yang berlainan di tiap komputer. Seringkali jauh lebih mudah untuk pergi dan bertanya pada orang-orang (di CERN) apakah mereka memiliki kopi atau tidak,” ucap Berners-Lee menerangkan kesulitannya bekerja di CERN.

Atas dasar itulah Berners-Lee, pada Maret 1989, mengajukan sebuah proposal bertajuk “Information Management: A Proposal” pada Mike Sendall, atasannya di CERN.

“Banyak perbincangan soal masa depan di CERN dan era LHC berakhir dengan pertanyaan: O ya, tapi bagaimana kita tetap dapat menelusuri (informasi) proyek besar (di CERN)? […] Pertama, ini merupakan perbincangan soal susahnya mengakses informasi di CERN. Lalu, proposal ini mengajukan ide tentang sistem informasi yang terhubung, dan mengkomparasikannya dengan teknik pencarian informasi yang sederhana,” tulis Berners-Lee dalam proposal itu.

Sayangnya, meskipun ide Berners-Lee terbilang baik, sang bos tidak serta merta mengabulkan proposal yang diajukannya. Sendall hanya meninggalkan jejak berupa kalimat “tidak jelas, namun menarik” di sampul proposal.

Lebih dari setahun kemudian, pada September 1990, Sendall baru memberikan ruang bagi Berners-Lee merealisasikan proposalnya. Di bulan itu, Berners-Lee mulai mengerjakan proyek pribadinya di CERN menggunakan NeXT—komputer yang dirancang Steve Jobs melalui Apple.

Sebulan kemudian, pada Oktober 1990, Berners-Lee sukses menciptakan 3 bagian fundamental dari dunia web yang kita kenal sekarang: HTML (Hypertext Markup Language), URI (Uniform Resource Identifier) yang kemudian dikenal dengan sebutan URL, dan HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

Berners-Lee juga menciptakan editor web dan peramban pertama “WorldWideWeb.app” serta server untuk menempatkan web. Dan pada 13 November 1990, alias tepat 27 tahun lalu, halaman web http://nxoc01.cern.ch/hypertext/WWW/TheProject.html mengudara di dunia maya.

Apa yang diciptakan Berners-Lee inilah yang disebut World Wide Web atau biasa disingkat WWW. Istilah “WWW” merujuk pada hypermedia, atau konten, yang dibuat dengan memanfaatkan bahasa HTML dan berbagai unsur lainnya yang diciptakan Berners-Lee. Bahasa HTML memungkinkan informasi terhubung dengan informasi lain dalam jaringan internet.

HTML pun membuat arus perpindahan informasi menjadi mudah pada setiap komputer yang terkoneksi internet. Tanpa perlu menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda-beda.

Revolusi WWW

Dan sejak 1991, ciptaan Berners-Lee itu tak hanya dinikmati CERN. Lembaga ini resmi mengundang siapapun di luar instansinya memanfaatkan dan mengembangkan WWW. Pada 1992, University of Illinois sukses menciptakan peramban pertama. Sayangnya, baik peramban bikinan Berners-Lee maupun University of Illinois merupakan peramban dengan konsep text-based. Saat itu, belum ada peramban berbasis Graphical User Interface (GUI). Barulah pada 1993, peramban tersebut sukses dibuat.

Marc Andreesen, peneliti pada National Center for Supercomputing Application (NCSA), adalah orang yang menciptakan peramban berbasis GUI bernama Mosaic. Kemudian, di tahun 1994, Andreesen keluar dari NCSA. Ia lalu mengembangkan peramban komersial berbasis GUI pertama bernama Netscape Navigator.

Sayangnya, lantaran kedigdayaan Windows sebagai sistem operasi komputer, Microsoft sang pemilik kemudian menciptakan peramban sendiri bernama Internet Explore (IE). IE menjadi standar peramban karena ia merasuk pada Windows sebagai aplikasi pre-installed. Suatu strategi yang mustahil dilakukan Netscape.

Pada titik inilah internet, yang bertransformasi dalam bentuk WWW, sukses memasuki kehidupan manusia secara luas.

“Apa gunanya network (internet) bagi orang-orang (militer maupun peneliti)? Mereka menggunakannya untuk e-mail. Mereka mengirimkan file. Tapi hingga tahun ‘93 tidak ada aplikasi hebat (yang memanfaatkan internet) yang digunakan orang banyak. World Wide Web mengubah internet menjadi suatu repositori, repositori besar atas informasi dan pengetahuan yang pernah ada. Tiba-tiba (atas lahirnya WWW), orang-orang ingin mengecek kondisi cuaca atau pasar saham, tiba-tiba, di sana ada kekayaan yang bisa diraih,” ucap Lawrence Landweber, profesor University of Wisconsin yang pada tahun 1979 menciptakan CSNet, suatu program yang memungkinkan para dosen universitas terhubung satu sama lain melalui internet.

Meskipun Tim Berners-Lee adalah sosok pencipta WWW, ia tak memungut bayaran sepeserpun sebagai royalti apa yang ia buat. Berners-Lee lebih memilih melepas anak kandungnya itu berkelana pada setiap orang, baik guna kepentingan penelitian, komersial, maupun hiburan. Dan alih-alih menciptakan perusahaan atau lembaga yang menampung keuntungan ciptaannya, Berners-Lee, di tahun 1994, mendirikan Word Wide Web Consorsium (W3C), suatu lembaga komunitas yang didedikasikan untuk membangun standardisasi web.

Pada 2004, atas jasanya menghadirkan internet ke ruang-ruang privat, Berners-Lee diganjar anugerah Knight Commander of the Order of the British Empire dari Kerajaan Inggris. Awalan “Sir” kemudian melekat pada namanya.

Tak hanya itu, di tahun 2016, Berners-Lee memperoleh penghargaan Turing Award, semacam penghargaan Oscar di bidang komputer. Atas kemenangannya, Berners-Lee menerima uang sebesar $1 juta dari Google, penyumbang utama ajang tersebut. Suatu hal yang menggelitik, mengingat Google hidup dari apa yang diciptakan Berners-Lee.

Cara mengembalikan folder yang sudah jadi shortcut

Belajar dari pengalaman… itu sebuah ungkapan yang memang harus selalu kita jadikan salah satu motivasi untuk belajar lebih. Tak terkecuali saya. Gara-gara flashdisk di pinjem temen flashdisk ku terkena virus yang membuat semua file menjadi short cut jadi harus searching di internet untuk mengatasi masalah tersebut. Dan ternyata sudah banyak yang membahas tentang maslah ini. Selain folder berubah menjadi short cut ada juga file microsoft word nya berubah menjadi application (*.exe).

Setelah baca-baca artikel di internet ternyata file yg asli (*.doc) cuma ke-hidden kok dan bisa kembali di un-hidden. Oh ya sebagai tambahan ternyata biang kerok dari ini adalah virus yang bernama win32.VB.pod / virus vega saputra (wahh….. ga mudeng virus apaan itu???) tapi yang penting kan kita tahu cara mengatasinya. terus bagaimana caranya???

Untuk mengatasi masalah tersebut silahkan jalankan prosedur berikut :

1. Klik kanan pada drive flashdisk anda, lalu pilih Properties

2. Bandingkan kapasitas Free Space dan Used Space, jika Used Space lebih besar daripada Free Space tetapi file yang ada dalam flashdisk tidak sebanyak itu maka berbangga hatilah karena kemungkinan besar ada file anda yang di hidden, tetapi jika sebaliknya atau bahkan flashdisk anda kosong maka file anda hilang semua.

Jika file anda masih ada atau di hidden oleh virus win32.VB.pod, maka lakukan langkah berikut ini :

1. Masuk ke Command Prompt dengan cara Klik Start lalu pilih run kemudian dalam kotak run anda isi dengan CMD

2. Setelah jendela Command Prompt keluar maka selanjutnya anda tinggal ketikkan drive flashdisk anda diikuti dengan tanda : (titik dua), misalnya drive flashdisk anda E maka anda ketikkan E: lalu tekan enter.

3. Kini anda berada di dalam drive flashdisk anda, kemudian anda ketikkan dir lalu tekan enter kemudian lihat hasilnya sudah muncul atau belum file yang anda cari?

4. Apabila file yang anda maksud belum ada, silahkan anda ketikkan dir/a atau dir /a kemudian tekan enter kembali lihatlah apakah file atau folder yang anda sekarang sudah terlihat?

5. Jika sudah terlihat maka langkah selanjutnya adalah ketikkan:

attrib –s –h –r /s /d (ingat…!!! Ketik persis seperti disamping jangan lupa spasinya juga) tunggu beberapa detik setelah muncul drive flashdisk pada jendela Command Prompt anda misalnya E:> maka proses pengembalian file atau folder telah selesai.

6. Terakhir Masuk ke My Computer lalu buka flashdisk anda dengan cara klik ganda, maka Insya Allah file beserta folder dalam flashdisk anda sekarang telah kembali.

Proses panjang pembuatan processor

 


Pasir, seperempat bagiannya terbentuk dari silikon, yakni unsur kimia yang paling berlimpah di muka bumi ini setelah oksigen. Pasir (terutama quartz), mempunyai persentase silikon yang tinggi di dalam bentuk Silicon Dioxide (SiO2) dan pasir merupakan bahan pokok untuk memproduksi semiconductor.

Setelah memperoleh mentahan dari pasir dan memisahkan silikonnya, materiil yang kelebihan dibuang. Lalu, silikon dimurnikan secara bertahap hingga mencapai kualitas “semiconductor manufacturing quality”, atau biasa disebut “electronic grade silicon”. Pemurnian ini menghasilkan sesuatu yang sangat dahsyat dimana “electronic grade silicon” hanya boleh memiliki satu “alien atom” di tiap satu milyar atom silikon. Setelah tahap pemurnian silikon selesai, silikon memasuki fase peleburan. Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana kristal yang berukuran besar muncul dari silikon yang dileburkan. Hasilnya adalah kristal tunggal yang disebut “Ingot”.

Kristal tunggal “Ingot” ini terbentuk dari “electronic grade silicon”. Besar satu buah “Ingot” kira-kira 100 Kilogram atau 220 pounds, dan memiliki tingkat kemurnian silikon hingga 99,9999 persen.

Setelah itu, “Ingot” memasuki tahap pengirisan. “Ingot” di iris tipis hingga menghasilkan “silicon discs”, yang disebut dengan “Wafers”. Beberapa “Ingot” dapat berdiri hingga 5 kaki. “Ingot” juga memiliki ukuran diameter yang berbeda tergantung seberapa besar ukuran “Wafers” yang diperlukan. CPU jaman sekarang biasanya membutuhkan “Wafers” dengan ukuran 300 mm.

Setelah diiris, “Wafers” dipoles hingga benar-benar mulus sempurna, permukaannya menjadi seperti cermin yang sangat-sangat halus. Kenyataannya, Intel tidak memproduksi sendiri “Ingots” dan “Wafers”, melainkan Intel membelinya dari perusahaan “third-party”. Processor Intel dengan teknologi 45nm, menggunakan “Wafers” dengan ukuran 300mm (12 inch), sedangkan saat pertama kali Intel membuat Chip, Intel menggunakan “Wafers” dengan ukuran 50mm (2 inch).

Cairan biru seperti yang terlihat pada gambar di atas, adalah “Photo Resist” seperti yang digunakan pada “Film” pada fotografi. “Wafers” diputar dalam tahap ini supaya lapisannya dapat merata halus dan tipis.

Di dalam fase ini, “Photo Resist” disinari cahaya “Ultra Violet”. Reaksi kimia yang terjadi dalam proses ini mirip dengan “Film” kamera yang terjadi pada saat kita menekan shutter (Jepret!).

Daerah paling kuat atau tahan di “Wafer” menjadi fleksibel dan rapuh akibat efek dari sinar “Ultra Violet”. Pencahayaan menjadi berhasil dengan menggunakan pelindung yang berfungsi seperti stensil. Saat disinari sinar “Ultra Violet”, lapisan pelindung membuat pola sirkuit. Di dalam pembuatan Processor, sangat penting dan utama untuk mengulangi proses ini berulang-ulang hingga lapisan-lapisannya berada di atas lapisan bawahnya, begitu seterusnya.

Lensa di tengah berfungsi untuk mengecilkan cahaya menjadi sebuah fokus yang berukuran kecil.

Dari gambar di atas, kita dapat gambaran bagaimana jika satu buah “Transistor” kita lihat dengan mata telanjang. Transistor berfungsi seperti saklar, mengendalikan aliran arus listrik di dalam “Chip” komputer. Peneliti Intel telah mengembangkan transistor menjadi sangat kecil sehingga sekitar 30 juta “Transistor” dapat menancap di ujung “Pin”.

Setelah disinari sinar “Ultra Violet”, bidang “Photo Resist” benar-benar hancur lebur. Gambar di atas menampakan pola “Photo Resist” yang tercipta dari lapisan pelindung. Pola ini merupakan awal dari “transistors”, “interconnects”, dan hal yang berhubungan dengan listrik berawal dari sini.

Meskipun bidangnya hancur, lapisan “Photo Resist” masih melindungi materiil “Wafer” sehingga tidak akan tersketsa. Bagian yang tidak terlindungi akan disketsa dengan bahan kimia.

Setelah tersketsa, lapisan “Photo Resist” diangkat dan bentuk yang diinginkan menjadi tampak.

“Photo Resist” kembali digunakan dan disinari dengan sinar “Ultra Violet”. “Photo Resist” yang tersinari kemudian dicuci dahulu sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, proses pencucian ini dinamakan “Ion Doping”, proses dimana partikel ion ditabrakan ke “Wafer”, sehingga sifat kimia silikon dirubah, agar CPU dapat mengkontrol arus listrik.

Melalui proses yang dinamakan “Ion Implantation” (bagian dari proses Ion Doping) daerah silikon pada “Wafers” ditembak oleh ion. Ion ditanamkan di silikon supaya merubah daya antar silikon dengan listrik. Ion didorong ke permukaan “Wafer” dengan kecepatan tinggi. Medan listrik melajukan ion dengan kecepatan lebih dari 300,000 Km/jam (sekitar 185,000 mph)

Setelah ion ditanamkan, “Photo Resist” diangkat, dan materiil yang bewarna hijau pada gambar sekarang sudah tertanam “Alien Atoms”

Transistor ini sudah hampir selesai. Tiga lubang telah tersketsa di lapisan isolasi (warna ungu kemerahan) yang berada di atas transistor. Tiga lubang ini akan diisi dengan tembaga, yang berfungsi untuk menghubungkan transistor ini dengan transistor lain.

“Wafers” memasuki tahap “copper sulphate solution” pada tingkat ini. Ion tembaga disimpan ke dalam transistor melalui proses yang dinamakan “Electroplating”. Ion tembaga berjalan dari terminal positif (anode) menuju terminal negatif (cathode).

Ion tembaga telah menjadi lapisan tipis di permukaan “Wafers”.

Materiil yang kelebihan dihaluskan, meninggalkan lapisan tembaga yang sangat tipis.

Nah udah mulai ribet. Banyak lapisan logam dibuat untuk saling menghubungkan bermacam-macam transistors. Bagaimana rangkaian hubungan ini disambungkan, itu ditentukan oleh teknik arsitektur dan desain tim yang mengembangkan kemampuan masing-masing processor. Dimana chip komputer terlihat sangat datar, sebenarnya memiliki lebih dari 20 lapisan untuk membuat sirkuit yang kompleks. Jika kamu melihat dengan kaca pembesar, kamu akan melihat jaringan bentuk sirkuit yang rumit, dan transistors yang terlihat futuristik, “Multi-Layered Highway System”.

Ini hanya contoh super kecil dari “Wafer” yang akan melalui tahap test kemampuan pertama. Di tahapan ini, sebuah pola test dikirimkan ke tiap-tiap chip, lalu respon dari chip akan dimonitor dan dibandingkan dengan “The Right Answer”.

Setelah hasil test menunjukan bahwa “Wafer” lulus, “Wafer” dipotong menjadi sebuah bagian yang disebut “Dies”. Coba juragan lihat, proses yang bener-bener ribet tadi ternyata hasilnya kecil doank. Pada gambar paling kiri itu ada 6 kelompok “Wafer”, pada gambar kanannya udah berapa “Wafer” tuh?!?

“Dies” yang lulus test, akan diikutkan ke tahap selanjutnya yaitu “Packaging”. “Dies” yang tidak lulus, dibuang dengan percumanya.

Ini adalah gambar satu “Die”, yang tadinya dipotong pada proses sebelumnya. “Die” pada gambar ini adalah “Die” dari Intel Core i7 Processor.

Lapisan bawah, “Die”, dan “Heatspreader” dipasang bersama untuk membentuk “Processor”. Lapisan hijau yang bawah, digunakan untuk membentuk listrik dan “Mechanical Interface” untuk Processor supaya dapat berinteraksi dengan sistem PC. “Heatspreader” adalah “Thermal Interface” dimana solusi pendinginan diterapkan, sehingga Processor dapat tetap dingin dalam beroperasi.

“Microprocessor” adalah produk terkompleks di dunia ini. Faktanya, untuk membuatnya memerlukan ratusan tahap dan yang kita uraikan sebelumnya hanyalah yang penting saja.

Selama tes terakhir untuk Processor, Processor di tes karakteristiknya, seperti penggunaan daya dan frekwensi maksimumnya.

Berdasarkan hasil test sebelumnya, Processor dikelompokan dengan Processor yang memiliki kemampuan sama. Proses ini dinamakan dengan “Binning”, “Binning” ditentukan dari frekwensi maksimum Processor, kemudian tumpukan Processor dibagi dan dijual sesuai dengan spesifikasi stabilnya.

Prosessor yang sudah dikemas dan dites, pergi menuju pabrik (misalnya dipake Toshiba buat laptopnya) atau dijual eceran (misalnya di toko komputer).

Perbedaan Turbo C, Turbo C++, Borland C++, Borland C++ Builder

Beberapa orang yang ingin belajar bahasa C++ terkadang bingung dengan banyaknya editor dan compiler yang ada di masyarakat. Berikut sedikit pengetahuan perbedaan editor dan compilernya.

Turbo C untuk membuat program berbahasa C sedangkan Turbo C++ untuk membuat program bahasa C++, Kedua-duanya buatan Borland.

Turbo C++ 1.0 dirilis Februari 1991 jalan di lingkungan DOS.

Turbo C++ 3.0 dirilis November 1991 jalan di lingkungan DOS yang kemudian diupdate untuk mendukung pembuatan program aplikasi untuk Ms-Windows (Turbo C++ 3.1).

Borland merilis juga Borland C++ untuk segment yang berbeda seiring dirilisnya Turbo C++ 1.0. Turbo C++ ditargetkan untuk para pemula dan hobbyist, sedangkan Borland C++ ditargetkan untuk para professional sehingga memiliki lebih banyak fitur, tool, dan kemudahan pembuatan program aplikasi. Dari sisi bahasa, Turbo C++ dengan Borland C++ masih sama.

Turbo C++ 4.0 dirilis November 1993 jalan dilingkungan Ms-Windows yang mendukung pembuatan dan pemakaian template lebih lanjut. Lalu dilanjutkan dengan Turbo C++ 4.5

Borland C++ dilanjutkan sampai Borland C++ 5.02 (1997) yang kemudian diganti dengan Borland C++ Builder yang dikembangkan sampai saat ini menjadi CodeGear C++ Builder 2009 (Dirilis Agustus 2008).

Sedangkan Turbo C++ “dihidupkan” lagi tahun 2007 yang dinamai CodeGear Turbo C++ Explorer (gratis) dan CodeGear Turbo C++ Professional (bayar) yang dibuat berbasiskan Borland C++ Builder 2006. CodeGear adalah anak perusahaan Borland.

Kemudian pada tahun 2008 CodeGear di akuisisi oleh Embarcadero dan terus mengembangkan C++ Builder. Versi yang dirilis C++ Builder 2009, 2010, XE, dan XE2 (2011).

Dengan demikian evolusi Turbo C++ adalah : Turbo C++ –> Borland C++ –> Borland C++ Builder –> CodeGear C++ Builder –> Embarcadero C++ Builder.

Bahasa C++ distandarisasi secara internasional oleh ISO/ANSI tahun 1998. Dengan demikian Turbo C++ 1.0 sampai Borland C++ 5.02 belum mengacu pada perintah-perintah ISO/ANSI C++.

Untuk membuat program C++ yang mengacu pada ISO/ANSI C++, dapat menggunakan MinGW C++ (ukuran file 6 Mb) atau Dev-C++ (ukuran file 6 MB) atau Turbo C++ Explorer (ukuran file 320Mb) atau Ms Visual C++ 2008/2010 Express Edition yang dapat di-download secara gratis dari internet.

sumber

Sejarah Dan Perkembangan Linux

Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (juga adalah developer bahasa C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi UNIX, cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain itu juga karena seluruh source code-nya dibuat dengan bahasa C, sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform.

Dalam waktu singkat UNIX berkembang dalam dua jalur : UNIX yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan diri, dan terjadilah persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu adanya standarisasi. Dari sini lahirlah proyek POSIX yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Sejak saat itu, muncul berbagai macam jenis UNIX.

Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A. S. Tanenbaum untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki pada waktu itu, kemudian dijadikan sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan yang source codenya bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini kemudian diberi nama Linux. Dalam membangun Linux, Linus menggunakan tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian untuk menjadikan Linux sebuah sistem operasi yang utuh, dia memasukkan program-program yang juga berlisensi GNU.

Berawal dari sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.

Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multitasking, yang dapat berjalan di berbagai platform, termasuk prosesor INTEL 386 dan yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standard POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell.
Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, LINUS TORVALDS, di Universitas Helsinki, Finlandia yang sebetulnya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Linux dulunya adalah proyek hobi yang dikerjakan oleh Linus Torvalds yang memperoleh inspirasi dariMinix.
Minix adalah sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum pada tahun 1987.
Sekarang Linux adalah sistem UNIX yang lengkap, bisa digunakan untuk jaringan (networking), pengembangan software, dan bahkan untuk sehari-hari. Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Linux sekarang merupakan alternatif OS yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan OS komersial, dengan kemampuan Linux yang setara bahkan lebih Lingkungan sistem operasi ini termasuk :

  •  Ratusan program termasuk, kompiler, interpreter, editor dan utilitas
  •  Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, Ethernet, SLIP dan PPP, dan interoperabilitas.
  •  Produk perangkat lunak yang reliabel, termasuk versi pengembangan terakhir.
  •  Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan

Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang beragam kebutuhan dan lokasinya dan juga bertindak sebagai team pengembang sendiri.
Sejarah Linux berkaitan dengan GNU. Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver

Linux tidak memiliki suatu logo yang terlihat menarik, hanyalah sebuah burung Penguin yang memperlihatkan sikap santai ketika berjalan. Logo ini mempunyai asal mula yang unik, awalnya tidak ada suatu logo yang menggambarkan trademark dari Linux sampai ketika Linus ( Sang Penemu ) berlibur ke daerah selatan dan bertemu dengan seekor linux kecil dan pendek yang secara tidak sengaja menggigit jarinya. Hal ini membuatnya demam selama berhari-hari. Kejadian ini kemudian menginspirasi dirinya untuk memakai penguin sebagai logonya
TUX, nama seekor pinguin yang menjadi logo maskot dari linux. TUX hasil karya seniman Larry Ewing pada waktu developer merasakan Linux harus mempunyai logo trademark ( 1996 ), dan atas usulan James Hughes dipilihlah nama TUX yang berarti Torvalds UniX. Lengkap sudah logo dari Linux, berupa penguin dengan nama TUX. Trademark ini segera didaftarkan untuk menghindari adanya pemalsuan. Linux terdaftar sebagai Program sistem operasi ( OS ).

sumber